Pelita-RAKYAT.Com
NEWS TICKER

Kemendagri Ajak Pemda Bersama Penyelenggara Pemilu di Daerah Melakukan Inovasi Simulasi Pelaksanaan Tahapan Pilkada

Rabu, 10 Juni 2020 | 4:22 am
Reporter:
Posted by: Pelita Rakyat
Dibaca: 104

Jakarta,Pelita-RAKYAT.Com,   Kementerian Dalam Negeri mengajak Pemerintah Daerah bersama penyelenggara pemilu di daerah untuk melakukan simulasi pelaksanaan tahapan pilkada sebagai bentuk inovasi pendidikan pemilih persiapan tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 dengan protokol Covid-19 . (Plt) Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dr. Bahtiar, M.Si mengatakan simulasi-simulasi tersebut dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.  Simulasi pelaksanaan kampanye terbatas dengan protokol covid-19, simulasi pelaksanaan pencoblosan dengan protokol covid -19 dan lainnya.

“Dukungan nyata dan kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi amat penting dalam pelaksanaan Pilkada Serentak,” ujar Bahtiar pada webinar bersama Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Menado dengan tema Pilkada Aman Covid-19 dan Demokratis, Selasa (09/06).

Melalui simulasi tersebut pihak penyelenggara pemilu di tiap daerah, masyarakat  juga unsur TNI dan Polri dapat mengantisipasi potensi kerumunan dan mengatur bagaimana pelaksanaan Pilkada yang aman bagi masyarakat dan penyelenggara. Bahtiar menjelaskan, adanya unsur keberagaman kondisi geografis, tingkat kepadatan penduduk yang berbeda, budaya dan kebiasaan masyarakat yang berbeda pada 270 daerah yang akan melaksanakan Pilkada 2020, maka terbuka peluang  inovasi protokol kesehatan yang diterapkan  penyelenggara pemilu didaerah setelah berkonsultasi dan mendapat pertimbangan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 pada setiap provinsi dan kabupaten kota. Langkah selanjutnya disesuaikan dengan kondisi obyektif daerahnya masing-masing. 

“Kondisi obyektif berbeda di tiap daerah, ada yang padat penduduk, ada yang jarang penduduknya, tingkat suhu, cuaca dan iklim turut patut diperhitungkan sehingga pelaksanaan protokol kesehatan harus menyesuaikan daerah masing-masing. Misalnya pemilihan tempat lokasi TPS yang mudah terkena sinar matahari, kita tahu bahwa Covidn-19 tak tahan dengan sinar ultra violet matahari sehingga bisa mengurangi resiko kesehatan ,” jelasnya.

Partisipasi setiap warga masyarakat harus terus didorong dan digerakkan sejak dini, termasuk mensosialisasikan protokol kesehatan yang akan berlaku pada setiap tahapan. Bahtiar berkeyakinan pelaksanaan sisa tahapan Pilkada Serentak 2020 akan berjalan dengan baik karena masyarakat yang terlibat adalah masyarakat dengan usia dewasa sesuai syarat pemilih. “Berbeda dengan mengatur aktivitas masyarakat untuk kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya dimana semua ukur boleh. Sementara pilkada mensyaratkan hanya orang dewasa yang memiliki hak pilih sesuai UU  yang boleh datang ke TPS dan begitu pula kampanye adalah yang boleh hadir hanya orang yang dewasa sehingga akan lebih mudah diatur,” kata Bahtiar.

Dengan sosialisasi yang sistemik, terstruktur dan masif, informasi protokol kesehatan tiap tahapan pilkada yang jelas lengkap, maka masyarakat akan dibekali  dengan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana menggunakan haknya dalam proses Pilkada Serentak di tengah Pandemi Covid-19.”Bangsa ini harus bangkit, kekwatiran itu bisa dikalahkan dengan pengetahuan dan pemahaman yang lengkap mengenai siapa dan apa kelemahan Covid-19 yang menjadi musuh kita ini ” lanjut Bahtiar. Diyakininya, hasil simulasi bisa mencegah seluruh potensi penularan pada setiap aktivitas pelaksanaaan tahapan Pilkada 2020 dengan baik. Merubah pola pikir dengan paradigma tatanan kenormalan baru. Seluruh aktivitas kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan termasuk bekerjanya sistem politik semuanya harus melakukan adaptasi.

Ini pengalaman pertama bagi semua bangsa di dunia dan pengalaman baru bagi penyelenggara pemilu di seluruh dunia. Kondisi ini menambah semangat bersatu melanjutkan agenda suksesi kepemimpinan pada 270 daerah. “Sekali lagi kunci suksesnya adalah partisipasi setiap warga negara untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan, beraktivitas apapun wajib pakai masker, selalu jaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun, sanitazer dan protokol kesehatan lainnya Kepatuhan menjadi kunci utama untuk sukses pelaksanaan lanjutan 10 tahapan pilkada tahun 2020” terangnya.

Bahtiar juga meminta seluruh  jajaran Badan/Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik tingkat provinsi dan kabupaten kota, agar aktif berkomunikasi dengan KPU dan Bawaslu daerah. Mendukung KPU dan Bawaslu daerah,  koordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 tingkat daerah, berkoordinasi dengan Forkopimda dan Forkopimcam serta memanfaatkan berbagai forum komunikasi dengan tokoh masyarakat hingga tingkat desa/kelurahan, kampung, dusun, RT dan RW,  untuk membantu KPU dan Bawaslu daerah laksanakan sosialisasi kepada masyarakat. “Mari tetap semangat berkarya bagi masyarakat, bangsa dan negara di tengah Covid-19, saat inilah adalah ujian kualitas kepemimpinan bagi semua  pemimpin baik formal maupun pemimpin informal” ajak Bahtiar. (Puspen/Red-Ton)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *