Pelita-RAKYAT.Com
NEWS TICKER

Kuasa Hukum Pemuda Pancasila Menilai Hakim Tidak Netral

Jumat, 19 Juni 2020 | 7:38 pm
Reporter:
Posted by: Pelita Rakyat
Dibaca: 111

Kota Bekasi,Pelita-RAKYAT.Com, Kuasa Hukum Ormas Pemuda Pancasila, Henry Badiri Siahaan, SH, MH  kecewa dengan sikap Hakim yang dinilainya tidak netral dan terindikasi ada keberpihakan.

Hal tersebut dikatakan Henry usai sidang praperadilan ke 4, antara Ormas MPC PP Kota Bekasi sebagai pemohon, dan Polrestro Bekasi Kota sebagai termohon.

“Saya menyayangkan sikap hakim, dan saya harap hakim mempunyai hati nurani dalam bertugas sebagai wakil Tuhan,”ungkapnya Kamis (18/6).

Selain itu dikatakan juga dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, pihaknya berharap hal ini menjadi pertimbangan majelis, sebab lokus dari praperadilan karena ada dugaan proses penetapan tersangka dan penahanan 6 anggota Pemuda Pancasila tidak prosedural dan melanggar hukum acara.

Pasalnya, setiap pihak pemohon mengajukan suatu pertanyaan, secara langsung hakim menyanggahnya, dan saksi fakta juga menjadi perdebatan ketika diajukan. “Kita optimis karena berdasarkan fakta-fakta, itu pun jika hakim punya hati nurani dan berkeadilan,” katanya secara tegas dan yakin.

Senada dikatakan tim Kuasa Hukum Ormas PP, Bernardus Tamba, SH dalam menyikapi hal tersebut. “Kami akan mengambil langkah-langkah hukum terkait sikap Hakim, akan segera mengajukan ke komisi yudisial terkait dugaan adanya keberpihakan hakim dalam persidangan,”kata.

Tamba juga menyayangkan sikap hakim yang selalu disebut mulia selaku wakil tuhan, bertindak dan bersikap tidak patut. Seharusnya mesti menjadi pertimbangan melalui keterangan saksi-saksi fakta. Karena mereka (anggota PP) ditangkap di antara pukul 00.00 WIB hingga masuk waktu Subuh ketika tengah beristirahat dirumah.

“Selain itu, proses penangkapan 4 orang anggota Pemuda Pancasila saat sedang berada dirumah, yakni (FY, JS, A, dan EE), 1 anggota ditempat Kerja PT. Delta Jakarta (S) dan 1 orang ditangkap dijalan (HJ). 6 orang anggota PP inilah yang saat ini masih ditahan di Polres Metro Bekasi Kota.  “Yang pasti kasus ini akan kita bawa ke Kompolnas, Irwasum, dan Propam Mabes Polri,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *