Pelita-RAKYAT.Com
NEWS TICKER

Pemerintah Harus Terus Berinovasi Menjawab Kendala Belajar Daring

Senin, 4 Mei 2020 | 7:28 am
Reporter: Mawan
Posted by: Pelita Rakyat
Dibaca: 269

LEBAK,Pelita-RAKYAT.Com, Momentum Peringatan  Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2020 berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Upacara seremonial yang biasanya diisi penghormatan kepada para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa ini ditiadakan. Dampak pandemi Covid 19 jadi pertimbangan, sekaligus mengharuskan pola dan sistem pendidikan yang sudah tertata drastis berubah.

Meski harus patuh pada protokol kesehatan yang dikeluarkan Pemerintah, Drs. H. IIP Makmur, anggota Dewan Provinsi Banten berpendapat, Hari Pendidikan Nasional harus diperingati walau dengan cara berbeda. ” Moment bersejarah ini harus tetap diperingati tentunya dengan cara kita masing masing,” ujarnya.

Proses belajar mengajar tatap muka di kelas harus dialihkan ke rumah masing-masing. Seluruh negara diberbagai belahan bumi menerapkannya. Belajar secara daring (online) jadi alternatif pilihan
mengoptimalkan keberlangsungan proses belajar. Tata laksana tahun ajaran pendidikan pun kelihatannya harus disesuaikan. Perihal belajar daring ini, sudah diamanatkan pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.  Melalui Surat Edaran Mendikbud No. 03 tahun 2020 Tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan dan Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 Tentang Pembelajaran Secara Daring dan Bekerja dari rumah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Coronavirus Diseases.

Anggota Dewan dari PKS ini  melanjutkan, Pemerintah harus selalu mengkaji dan berinovasi untuk menciptakan hal-hal baru yang bermanfaat bagi dunia pendidikan. Dia mencontohkan Lebak. Saat ini kabupaten Lebak  masih butuh perhatian khusus di banding Kabupaten Kota lain yang ada di Provinsi Banten.  ” Harus ada perhatian khusus, salah satunya  fasilitas penunjang berjalannya belajar di rumah masing masing,” katanya.

IIP berpendapat,  Pemerintah sudah harus memberikan fasilitas kemudahan belajar dari rumah walaupun  dana bantuan oprasional sekolah (BOS) sudah dikucurkan. Fasilitas tersebut contohnya, kemudahan koneksi jaringan karena tidak sedikit daerah yang  belum terkoneksi jaringan . Salah satunya wilayah Kecamatan  Cicilograng. Topografi perbukitan dan pegunungan jadi kendala  sekolah- sekolah  mengakses jaringan online.

Kesulitan lain kata anggota Komisi V ini, terkait modul khusus untuk pendidikan sekolah dasar (SD). Minimnya belajar tata cara gunakan aplikasi internet jadi hambatan. “Mungkin mereka tau menggunakan handphone,akan tetapi untuk belajar mereka belum seberapa paham.Kemarin sudah di lakukan belajar lewat televisi tapi itu pun perlu di kaji efektif atau tidak “ucap Iip  Makmur.

Menurutnya lagi, pemerintah harus terus memberi pemahaman perihal pandemi Covid 19, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus dipatuhi. “Physical Distancing, hindari kerumunan, harus dipatuhi masyarakat agar Negara segera pulih dari pandemi Corona ini ” katanya.(MWN/red-TONY)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *